Jan 17, 2010

Sate Kuda Kang Endang, Tingkatkan Vitalitas Pria

WARUNG Sate Kuda, begitu tulisan pada sebuah spanduk hijau di dekat mulut Gang Buton Dalam, pinggiran Jalan Veteran Bandung. Tepat di mulut gang tersebut, sebuah roda sate, panggangan sate, dan meja panjang berdiri sejajar. Sebuah kertas bertuliskan khasiat daging kuda menarik perhatian pengunjung, terutama kaum pria.

Ya, selain mengobati berbagai macam penyakit seperti asma, batuk-batuk, asam urat, khasiat daging kuda yang tertulis pada secarik kertas tersebut adalah meningkatkan vitalitas pria. Tak heran, para pembeli rata-rata didominasi kaum pria, meski tak sedikit ibu-ibu yang sengaja membeli sate kuda sekadar untuk obat.
Adalah Endang (42) pemilik usaha tersebut. Ia mengaku memulai usahanya sekira Mei 2008 lalu. Biasanya, pria yang mengaku pernah bekerja di sebuah kapal di Florida ini membeli daging kuda tersebut dari satu-satunya tempat jagal kuda di Cigondewah.

“Saya biasanya membeli bagian paha. Karena bagian itulah yang lebih mudah untuk dibikin empuk. Daging kuda itu keras, liat, dan banyak ototnya, sehingga harus dibuang. Dari 10 kg daging kuda, ototnya bisa mencapai 1-1,5 kg," kata Endang kepada okezone, Kamis (14/1/2010) sore.

Menurut Endang, daging kuda warnanya agak hitam. Untuk menjaga agar warnanya tetap sama, daging kuda harus disimpan di lemari pendingin. Selain itu, sebelum dibakar, daging harus ditutupi dengan plastik.

”Daging kuda juga cukup langka sehingga untuk mencarinya saya kadang absen tidak berjualan. Sebab, penjualannya tergantung stok kuda yang ada di jagal kuda Cigondewah,” kata Endang.

Endang menambahkan, dalam sehari bisa menjual lebih dari seribu tusuk sate kuda. Endang biasa membeli daging kuda dari jagal Cigondewah sebanyak 20-25 kg. Dari usahanya itu pula, dia bisa membeli sebuah mobil.

”Dari segi bumbu, meracik sate tidak jauh beda dengan sate kambing atau sapi. Seperti biasa, sebelum dibakar daging digulingkan ke dalam bumbu kacang yang sudah dibubuhi kecap,” kata Endang.

Ditaburi bawang goreng dan acar, satu porsi sate kuda ditempatkan dalam wadah. Harga satu porsi dengan jumlah sate 10 tusuk Rp15 ribu. Kalau mau memesan, cukup telepon ke 02292306064.

“Tapi kalau mau ke sini, lebih baik telepon dulu. Takutnya sudah habis. Saya biasanya buka pukul 10.00-18.00 WIB. Kalau sudah habis, pukul 13.00 WIB juga sudah tutup,” kata Endang didampingi istrinya Henawidaningsih (46).


Post By: Feryhady


0 comments:

Post a Comment

Update Myworld

Plengkung

Plengkung
Plengkung

Chat Via Yahoo

Agro Wisata

Agro Wisata
Kopi

Jaranan

Jaranan
Tari Jaranan

Ngikut Yuuuk

Tukeran Link


feryhady.blogspot

Pengunjung

free counters

Geo Counter