Jan 17, 2010

Sate Kuda Kang Endang, Tingkatkan Vitalitas Pria

WARUNG Sate Kuda, begitu tulisan pada sebuah spanduk hijau di dekat mulut Gang Buton Dalam, pinggiran Jalan Veteran Bandung. Tepat di mulut gang tersebut, sebuah roda sate, panggangan sate, dan meja panjang berdiri sejajar. Sebuah kertas bertuliskan khasiat daging kuda menarik perhatian pengunjung, terutama kaum pria.

Ya, selain mengobati berbagai macam penyakit seperti asma, batuk-batuk, asam urat, khasiat daging kuda yang tertulis pada secarik kertas tersebut adalah meningkatkan vitalitas pria. Tak heran, para pembeli rata-rata didominasi kaum pria, meski tak sedikit ibu-ibu yang sengaja membeli sate kuda sekadar untuk obat.
Adalah Endang (42) pemilik usaha tersebut. Ia mengaku memulai usahanya sekira Mei 2008 lalu. Biasanya, pria yang mengaku pernah bekerja di sebuah kapal di Florida ini membeli daging kuda tersebut dari satu-satunya tempat jagal kuda di Cigondewah.

“Saya biasanya membeli bagian paha. Karena bagian itulah yang lebih mudah untuk dibikin empuk. Daging kuda itu keras, liat, dan banyak ototnya, sehingga harus dibuang. Dari 10 kg daging kuda, ototnya bisa mencapai 1-1,5 kg," kata Endang kepada okezone, Kamis (14/1/2010) sore.

Menurut Endang, daging kuda warnanya agak hitam. Untuk menjaga agar warnanya tetap sama, daging kuda harus disimpan di lemari pendingin. Selain itu, sebelum dibakar, daging harus ditutupi dengan plastik.

”Daging kuda juga cukup langka sehingga untuk mencarinya saya kadang absen tidak berjualan. Sebab, penjualannya tergantung stok kuda yang ada di jagal kuda Cigondewah,” kata Endang.

Endang menambahkan, dalam sehari bisa menjual lebih dari seribu tusuk sate kuda. Endang biasa membeli daging kuda dari jagal Cigondewah sebanyak 20-25 kg. Dari usahanya itu pula, dia bisa membeli sebuah mobil.

”Dari segi bumbu, meracik sate tidak jauh beda dengan sate kambing atau sapi. Seperti biasa, sebelum dibakar daging digulingkan ke dalam bumbu kacang yang sudah dibubuhi kecap,” kata Endang.

Ditaburi bawang goreng dan acar, satu porsi sate kuda ditempatkan dalam wadah. Harga satu porsi dengan jumlah sate 10 tusuk Rp15 ribu. Kalau mau memesan, cukup telepon ke 02292306064.

“Tapi kalau mau ke sini, lebih baik telepon dulu. Takutnya sudah habis. Saya biasanya buka pukul 10.00-18.00 WIB. Kalau sudah habis, pukul 13.00 WIB juga sudah tutup,” kata Endang didampingi istrinya Henawidaningsih (46).


Post By: Feryhady


KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Berhati hatilah Di FB (Tulis Komentar di Facebook, Mahasiswa Didenda Rp. 138 juta)


Mohamad Tasyrif Tajudin, mahasiswa National Arts, Culture and Heritage Academy Malaysia terancam hukuman denda RM 50.000 atau sekira Rp138 Juta. Pasalnya, mahasiswa berusia 25 tahun tersebut dianggap telah membuat keresahan masyarakat dengan tulisan-tulisannya di Facebook baik komentar maupun dalam status-statusnya.


Postingan tulisan Tasyrif juga kerap bernada provokatif dengan menyebut kata-kata 'Allah'. Demikian dilansir AsiaOne, Sabtu (16/1/2010). Salah satu tulisannya menyatakan bahwa ia menerima order untuk melempar bom molotov ke sejumlah gereja. “... do you want me to throw petrol bombs there now? charges are negotiable" tulis Tasyrif
Kasusnya sendiri rencananya akan disidandkan pada Senin 18 januari mendatang. Pengadilan menunda persidangan karena Hakim ketua yang sedianya memimpin persidangan berhalangan karena sedang menjalankan tugas negara di Shah Alam.


Tasyrif diduga memposting menggunakan akun 'Sharul Maizam' di Facebook dari sebuah rumah di Jalan PJS2B/1 B10-17-20, Block 10, kawasan Desa Mentari. Tasyrif dijerat pasal 233(1)(a) Communications and Multimedia Act 1998.


Sebelumnya ia juga telah ditangkap oleh kepolisian dan kemudian dilepaskan kembali.


Postingan-postingan Tasyrief diduga terkait erat dengan peristiwa pembakaran gereja di Malaysia. Seperti diketahui sejumlah bangunan dan gereja di Malaysia diserang orang tak dikenal sejak beberapa waktu lalu. Serangan ini terjadi setelah Pengadilan Tinggi pada 31 Desember lalu mengabulkan pencantuman kata 'Allah' sebagai pengganti kata 'Tuhan' dalam bahasa Melayu. 


Post By: Feryhady



KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Cegah Kanker Paru, Minumlah Teh Hijau


Teh hijau memang berkhasiat. Sejumlah ahli medis di Taiwan, membuktikan bahwa teh hijau dapat mencegah penyakit kanker paru-paru. Demikian seperti dilansir BBC, belum lama berselang.


Hasil penelitian mereka menunjukkan, perokok dan non-perokok yang mengonsumsi setidaknya satu cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker paru-paru. Namun, para ahli kanker mengingatkan, hal ini tidak mengubah fakta bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan.
Teh hijau dibuat dari daun-daun kering dari tanaman Asia, Camellia. Tingkat penderita kanker paru-paru di Asia lebih sedikit dibandingkan negara lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau, yang disebut polifenol, dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker.


Doktor I-Hsin Lin dari Shan Medical University, mengatakan bahwa di antara perokok maupun bukan perokok, mereka yang tidak minum teh hijau lebih rentan terkena kanker paru-paru. Dibandingkan mereka yang meminum setidaknya satu cangkir per hari.


Hanya saja, menurut Yinka Ebo dari Pusat Penelitian Kanker di Inggris, bukan berarti para perokok serta-merta terhindar dari kanker tersebut. Kendatipun mereka mengonsumsi teh hijau. Ini mengingat tembakau dapat memenuhi paru-paru dengan sekitar 80 jenis bahan kimia penyebab kanker.


Post By : Feryhady

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Oleh2 Dari Arab Saudi (Hajar Jahanam, Solusi Ejakulasi Dini)


Tak dapat dipungkiri, ejakulasi dini adalah musuh besar bagi kaum Adam. Boleh dibilang, pria yang menderita ejakulasi dini bakal canggung jika diminta berhubungan intim dengan lawan jenis lantaran dianggap kurang perkasa.


Sekadar informasi, ejakulasi prematur dapat diartikan sebagai suatu keadaan saat pria terlalu cepat mengeluarkan sperma sebelum atau sesaat setelah penetrasi. Jika hal ini terjadi, dapat dipastikan Anda tidak mampu memuaskan pasangan di atas ranjang. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Hingga akhirnya, muncul sebuah solusi bernama Hajar Jahanam.
Dalam bahasa Arab, kata hajar berarti batu. Sementara jahanam adalah nama salah satu neraka. Jadi, Hajar Jahanam menurut arti bahasa berarti Batu Neraka. Kendati demikian, Hajar Jahanam bukanlah batu, melainkan getah mengeras yang diambil dari tumbuh-tumbuhan tertentu yang hanya ada di Mesir dan India. Getah tersebut diolah sedemikian rupa oleh pakar-pakar peramu obat tradisional dan digunakan untuk menangkal ejakulasi prematur.


Berbeda dengan viagra yang cara pemakaiannya diminum, Hajar Jahanam harus terlebih dahulu dilarutkan sedikit dengan air hangat. Setelah kurang lebih 10 menit, air akan terlihat keruh. Selanjutnya, oleskan Hajar Jahanam yang sudah mencair ke bagian bawah penis atau kepala penis. Atau bisa juga dioleskan di bagian paling sensitif yang membuat Anda cepat ejakulasi. Diamkan selama 30 menit dan cuci hingga bersih dengan sabun sebelum berhubungan intim.


Jangan kaget dengan efek setelah pengolesan lantaran mister p akan terasa panas seperti digigit semut. Ya, di sinilah intinya. Panas pada bagian kulit penis tersebut, dapat menambah sensitivitas buah zakar disaat keluar masuk miss v. Kini tak perlu khawatir terlalu cepat "keluar" karena Anda akan merasa selalu turn on.


Hajar Jahanam juga dapat digunakan bagi Anda yang memang ingin "bermain" lama. Jadi, fungsinya bukan hanya sekadar mengatasi ejakulasi prematur saja. Intinya, ini adalah salah satu upaya Anda untuk memuaskan pasangan. Tentunya, hubungan yang indah dan harmonis bakal tercipta jika kedua pihak saling memuaskan satu sama lain.


Post By : Feryhady



KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Bakteri Mengintai di Mesin Minuman Soda


Melepas dahaga dari mesin minuman bersoda memang menyegarkan dan praktis. Tapi, sebuah penelitian berikut patut diperhatikan. Belum lama ini, sejumlah peneliti Universitas Hollins di Roanoke, Virginia, Amerika Serikat, menguji tiga puluh minuman bersoda yang berasal dari mesin. Setelah dianalisis, ternyata 11 minuman atau hampir separuhnya terkontaminasi mikroba.
Menurut dokter Alanna Levine, minuman terkontaminasi bakteri di mesin minuman soda menjadi ancaman bagi orang yang rentan terhadap penyakit. Seperti dilansir CBS News, menurut Levine, manusia memang memiliki sejumlah bakteri yang hidup di dalam tubuh. Namun, minuman soda yang terkontaminasi bakteri atau mikroba bakal berbahaya bagi orang dengan kekebalan tubuh lemah. Misalnya, pasien yang sedang menjalani kemotrapi, penderita kanker, dan pengidap HIV.


Seseorang yang sudah terinfeksi bakteri akan mengalami gejala muntah, diare akut dan kram perut. Sumber bakteri bisa dari tangan pelayan yang tidak bersih ketika menyentuh mesin minuman soda. Tapi, kemungkinan terbesar bakteri berasal dari dalam mesin yang tidak bersih.


Buat menghindari kemungkinan terkontaminasi bakteri, Levine menyarankan para pelayan harus mencuci tangan terlebih dahulu. Serta, senantiasa menjaga kebersihan mesin minuman soda. Sedangkan kepada konsumen disarankan agar membeli minuman soda kalengan atau dalam kemasan botol.


Post By : Feryhady


KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Jan 12, 2010

Dua Muslimah, "Berjuang" Melalui Kartun

Siapa yang tidak akan menjerit, jika sejak lahir ia telah berada dalam kungkungan tangan penjajah. Dua orang suaminya yang ikut berjuang untuk kebebasan tanah air mereka, bahkan harus gugur akibat kekejaman tentara Zionis Israel.

Hidup adalah perjuangan dan tidak sepatutnya diam jika melihat penindasan berlangsung terus di depan mata. Semangat perjuangan harus tetap dikobarkan, walaupun dengan pena gambar. Setidaknya demikian bagi dua orang kartunis wanita Muslim di Palestina dan Pakistan.
Saya kira sangat sedikit orang Barat yang tahu tentang wanita Muslim yang menjadi artis kreatif secara umum. Kebanyakan dari mereka mengindentikkan wanita Muslim sebagai hasil daur ulang kepala-kepala berita di media Barat, yang melukiskan gambar suram wanita-wanita tertindas yang kebebasannya dibajak oleh kaum lelaki dan peran mereka dibatasi hanya untuk mengasuh anak dan memasak. Pandangan tersebut cocok bagi media Barat, karena gambaran semacam itu dihasilkan untuk menjustifikasi agresi dan campur tangan (Barat) ke sejumlah negara Muslim. Meskipun ada sebagian cerita yang benar, tapi tidak banyak yang mau bersusah payah mencari tahu seberapa benar cerita itu. Demikian tulis Iqbal Tamimi, seorang jurnalis wanita Palestina yang bermukim di Inggris.***

Omayya Joha adalah seorang kartunis ternama di Timur Tengah, ia orang Palestina dan wanita Arab pertama yang menjadi kartunis politik yang bekerja untuk sebuah surat kabar. Dan yang pertama kali mendirikan bisnis kartunnya sendiri, Joha Toon.
Joha lahir di Gaza pada 2 Februari 1972. Ia lulus dari jurusan matematika di Universitas Al-Azhar Mesir pada tahun 1995 dengan predikat tertinggi. Ia anggota Dewan Kesenian Naji Al-Ali. Al-Ali adalah kartunis Palestina yang telah menggambar 40.000 kartun politik dan menciptakan karakter Hanthala (Hanzala atau Handala), seorang bocah Palestina bertelanjang kaki yang posisinya selalu membelakangi dan tidak pernah kelihatan wajahnya, karena bocah itu senantiasa mengamati keadaan di sekelilingnya. Ali dibunuh pada tahun 1987 di London dan hingga kini kasus pembunuhannya belum terungkap.

Karya Joha bisa dibilang perpaduan antara politik dan jurnalisme yang merefleksikan kenyataan pahit dari perjuangan hidup para pengungsi dan rakyat Palestina. Sebuah realita yang sangat ia pahami.
"Saya di lahirkan di Gaza tahun 1972, tapi saya merupakan bagian dari keluarga pengungsi dari Al-Muharaka, salah satu desa Palestina yang diserang Israel saat penyerbuan tentara Zionis tahun 1948," katanya. "Keluarga kami tercerai-berai. Ayah saya sangat jauh, dan ibu terkubur segudang tanggung jawab. Saya merekam penderitaan hidup itu dengan pena, bahkan sejak sebelum saya bersekolah."

Joha sangat baik dalam menunjukkan kreativitasnya, sehingga ia berhasil memenangkan penghargaan jurnalistik Arab tahun 2001, sebuah arena sangat kompetitif yang didominasi kaum Adam.

Sentuhan berbeda

Kartunis wanita Muslim lainnya adalah Nigar Nazar, wanita Pakistan yang menciptakan karakter Gogi, yang dipakai guna mengekspresikan pandangannya dalam berbagai bidang, mulai dari chauvinisme pria hingga bom bunuh diri. Gogi dipilih Nazar sebagai tokoh utama kartunnya dengan menggambar seorang wanita Muslim modern yang mengenakan pakaian khas Pakistan bermotif polka dot, dengan bulu mata lentik dan potongan rambut pendek.

Hal itu agak berbeda dengan Joha yang memilih untuk menggambarkan banyak kepribadian orang di masyarakatnya, dan tidak memfokuskan diri pada karakter wanita untuk mengekspresikan pandangannya tentang penjajahan Israel yang telah menjadikan semua wanita, pria dan anak-anak dari berbagai kelompok usia menderita. Joha sendiri adalah korban dari agresi Israel yang menyerang Gaza. Suami pertamanya mati ditembak oleh Israel dan suami keduanya harus menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan tidak mendapatkan pertolongan medis akibat blokade Israel.

Ada sentuhan kesedihan yang mendalam dan perasaan tertekan dalam setiap gambar yang dibuat Joha. Subyek kartunnya adalah para pengungsi, orang-orang Palestina yang tertindas, para tahanan, rasa putus asa dan kepedihan mendalam serta kritik terhadap masyarakat internasional atas sikap hipokrit mereka dalam masalah Palestina. Sebagaimana ia mengekspresikan kemarahannya terhadap sikap masyarakat Barat, ia juga mengekspresikan hal yang sama terhadap para pemimpin Arab yang membiarkan orang-orang Palestina terpuruk.

Di sisi lain, karya Nazar menunjukkan nafas humor wanita di dalam sebuah masyarakat yang didominasi kaum pria, di mana ia mencari kebebasan sosial. Negara Nazar tidak sedang dijajah, tapi Pakistan didominasi oleh para pria, buta huruf mewabah dalam masyarakat dan sepertinya radikalisasi sebagian pemuda sedang terjadi. Lewat karyanya, Nazar berupaya menaklukkan keangkuhan dalam masyarakat yang sepertinya menjadi musuh dalam selimut.

Nazar yang hidup di Islamabad, pernah mengajar di Colorado College selama beberapa waktu, sambil berharap ia bisa membantu orang-orang Amerika yang menurutnya memiliki persepsi dimensi tunggal terhadap masyarakat dan kebudayaan Islam. Sementara Joha yang lahir pada masa penjajahan, tidak bisa pergi ke luar negeri karena hidup di bawah kepungan Israel. Ia berharap bisa berbagi pengalaman di tingkat internasional, tapi meskipun ia seorang kartunis wanita terkenal di Timur Tengah, ia tidak dapat menghadiri banyak undangan.

Nazar, yang ayahnya bekerja sebagai diplomat di luar negeri ketika ia masih kanak-kanak, selama beberapa tahun tinggal di Amerika. Gogi, tokoh kartun buatannya, terbit pertama kali sebagai serial komik di harian The Sun pada tahun 1970 di Pakistan. Ketika itu ia berusia 22 tahun dan juga bekerja sebagai animator di Karachi Television. Kemudian ia menjadi pekerja lepas untuk The Herald yang terbit setiap bulan, sebelum akhirnya menerbitkan buku kartun Gogi pada tahun 1975.

Joha memulai karirnya sebagai seorang guru selama 3 tahun, lalu mengundurkan diri untuk lebih menekuni pekerjaan sebagai seorang kartunis. Ia bekerja untuk koran Al-Risalah sejak tahun 1997, untuk Al-Quds dari tahun 1999 hingga 2002, dan sejak Februari 2002 ia bekerja untuk Al-Hayat Al-Jadeeda di samping untuk koran Al-Raya di Qatar.

"Sejak sekolah menengah saya mulai membaca surat kabar, dan tentu saja kartun di halaman belakang Al-Quds, koran yang saya baca setiap hari," cerita Joha. "Saya melihat hasil gambar para artis, Naji Al-Ali dan Mahmoud Khail, dan sangat terkesan dengan karya mereka meskipun saya masih sangat muda."

Di dunia Arab, kartunis editorial dianggap sebagai jurnalis sekaligus pekerja seni. Ketika masih di Al-Quds, Joha adalah satu-satunya wanita di antara 12 kartunis yang bekerja untuk koran yang terbit di Tepi Barat dan Gaza tersebut.

Sindiran

Tokoh Gogi menyajikan humor yang lembut, tapi sebagian orang mungkin akan salah mengartikan selera humornya, terutama jika ia mengkritik kebudayaan di negerinya. Sebagai contoh, ketika ia menggambarkan bahwa cadar sebenarnya memiliki beberapa keuntungan, salah satunya sembunyi dari kejaran kreditur. Padahal ia ingin menyoroti masyarakat miskin di negaranya yang banyak terlilit hutang. Kartunnya mungkin bagi sebagian orang diterjemahkan sebagai pelecehan atas pakaian tradisional wanita Pakistan atau hijab di negara-negara Muslim.

Nazar juga pernah mengkritik masyarakatnya yang lebih menghargai kelahiran bayi laki-laki. "Ketika putranya lahir, sang ayah mematikan cerutu. Ketika putrinya lahir, sang ayah langsung mati," kritik Nazar lewat kartunnya.

"Itu adalah kartun pertama saya yang penuh makna," kata Nazar. Namun demikian katanya, para editor koran-koran Pakistan tidak selalu bisa menerima Gogi sebagai penyambung lidah wanita kota modern.

Berbeda dengan Nazar, kartun-kartun Joha menyampaikan pesan politik secara langsung. Nazar bilang, ia tidak membuat kartun politik sampai ia benar-benar sangat marah. Dan biasanya kartun yang demikian itu tidak diterbitkan. Jadi tidak jelas, apakah ia memilih karikatur sosial karena ia tidak cukup marah, atau takut karyanya tidak dimuat.

Tidak seperti Nazar, kehidupan Joha sangat menyedihkan. Ia menikah dua kali dan kedua suaminya meninggal dunia. Suami pertama, Rami Khader Saad, dibunuh oleh Israel di Gaza pada tahun 2003, karena ia seorang anggota Brigade Izzudin Al-Qassam. Suami keduanya, Wael Aqilan meninggal setelah gagal mendapatkan perawatan luka perutnya yang terkena ledakan, karena dilarang keluar dari Gaza oleh Israel. Aqilan wafat pada Mei 2009. Kehidupan pribadi dan bangsa Joha tergambar dalam karya-karyanya yang fokus menyampaikan pesan-pesan politik.

Sementara Nazar menyampaikan pesan-pesan sosial yang hampir mencakup semuanya, mulai dari pelecehan seksual hingga kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Dan karya-karyanya mulai bermunculan di sisi bus-bus kota Islamabad dan Lahore.

Alat perjuangan

Dengan tingginya tingkat buta huruf di Pakistan, Nazar melihat kartun sebagai cara yang baik untuk menyampaikan pesan-pesannya. Lewat Gogi ia menyampaikan pesan tentang AIDS, kawin paksa, kekerasan rumah tangga, korupsi pemerintah dan pertikaian antar sekte, serta pesan-pesan kesehatan dari UNICEF. Ia juga menulis dan menggambar buku cerita anak-anak tentang lingkungan hidup, seperti "Monster Sampah". Ia melukis mural di tembok-tembok rumah sakit dan di buku-buku komik guna menyampaikan pesan agar anak-anak terhindar dari perekrutan pelaku bom bunuh diri.

Joha menggunakan simbol kunci rumah sebagai tanda tangan, kunci itu muncul di banyak hasil karyanya sebagai pengingat atas harapannya dan banyak orang Palestina lain untuk kembali ke rumah mereka. Burung dara simbol perdamaian juga banyak muncul bersama dengan darah anak-anak dan ibu mereka. Sementara peta Palestina yang ia tampilkan, semakin tahun semakin menyusut akibat penjarahan tanah oleh Israel. Rantai juga menjadi simbol dalam kartunnya, karena hampir 11.000 orang Palestina dikurung dalam penjara-penjara Israel. Satu dari empat orang Palestina pernah ditahan paling tidak satu kali selama hidupnya.

"Sebuah kartun menceritakan satu peristiwa atau kejadian. Banyak orang yang menggambar, tapi caranya berbeda sama sekali," kata Joha.

"Seorang kartunis yang sukses adalah orang yang peka terhadap orang-orang dan realita di sekitarnya. Hasil karya mereka menjadi refleksi dari kehidupan. Ini adalah keindahan kartun, yang mana hal itu semacam sebuah kompetisi antar artis, siapa di antara mereka yang memiliki ide paling cemerlang dan bisa mewujudkannya, dan siapa yang bisa menarik perhatian masyarakat."

Kehidupan Joha tidak bisa lepas dari politik di Gaza dan Tepi Barat. Setidaknya satu kali kartun Joha memicu balasan kejam dari Israel. Setelah serangan Israel ke Gaza tahun 2004, Joha menggambarkan perdana menteri Israel ketika itu, Ariel Sharon, sedang membanggakan tentara Israel yang telah tewas dan putus kepalanya dalam keadaan berdiri di belakangnya.

Kartun itu dicetak di surat kabar Islam Al-Risalah, yang kantornya menjadi target sasaran Israel satu hari kemudian.

Meskipun kantor mereka rusak parah, koran itu mampu bertahan dan Joha tetap menjadi kartunis mereka. Ia terus menggambar sketsa-sketsa yang keras dan provokatif.

Awal Ramadhan tahun ini, Joha mengomentari ketegangan antara kelompok Hamas dan Fatah dengan menggambar seorang ibu Palestina yang berdiri di balkon dan berdoa agar anak-anaknya, orang-orang Palestina, bersama-sama bisa menikmati hidangan Ramadhan dalam satu meja lagi.

"Sayangnya kita sekarang hidup dalam waktu di mana orang-orang bercerai dan terpecah belah," kata Joha.

"Itu adalah waktu yang tepat bagi seorang kartunis untuk menjadi seorang komentator sekaligus pengamat dan mempergunakan pengaruh yang dimilikinya."

Kedua wanita itu, Joha dan Nazar, ingin menyampaikan pesan tentang keadaan masyakarat mereka lewat kartun, yang dalam banyak kasus berbicara lebih lantang dari sebuah buku sejarah. Patut diperhitungkan keikutsertaan mereka dalam persaingan untuk menjadi pemenang di sebuah bidang pekerjaan yang didominasi kaum Adam. Keduanya telah melakukan kerja yang bagus sebagai duta dari para wanita di negaranya masing-masing guna mengekspresikan solidaritas mereka terhadap perempuan yang menjadi korban politik dalam berbagai tingkatan.

Sekarang ini Joha telah kembali menikah dan hidup bahagia, namun situasi di Gaza terus memburuk. Bagi Joha, pertentangan antara Hamas dan Fatah yang berkepanjangan berarti ia tidak akan kekurangan bahan.

"Perpecahan Palestina tidak diharapkan oleh setiap keluarga Palestina, dan dengan kehendak Allah, kami akan bisa mengatasi perpecahan itu," katanya. "Harapan saya adalah bisa meninggalkan hasil cetakan gambar kartun di dunia Arab."

Post By : Feryhady

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Pelajar Jerman Berjuang Untuk Sholat

Sebagian Muslim ada menyepelekan kewajiban shalat, meskipun berada dalam kondisi sangat memungkinkan untuk shalat. Mereka menundanya atau bahkan tidak melaksanakan kewajiban itu.


Namun, tidak demikian halnya dengan pemuda Jerman satu ini. Baginya shalat di mana pun harus tetap dilaksanakan. Pemuda itu namanya Yunus M., berusia 16 tahun. Ia mengajukan tuntutan hukum terhadap sekolahnya, karena ingin diperbolehkan shalat di sekolah.

Tuntutan hukum seperti itu pertama kalinya terjadi di Jerman. Mengacu kepada kebebasan beragama, pengadilan adminstrasi di Berlin akhirnya menetapkan keputusan banding ketiga pada Selasa (29/9) bahwa shalat yang dilakukannya tidak mengganggu operasional sekolah.

Pengadilan mengatakan, hak dasar kebebasan beragama tidak hanya mengacu pada kebebasan internal sebuah kepercayaan, tapi juga kebebasan eksternal untuk melakukannya, termasuk di dalamnya adalah berdoa -- dalam hal ini shalat. Hal itu (kebebasan beragama) tidak terlaksana jika murid yang taat itu hanya diperbolehkan shalat di luar sekolah.

Jurubicara pengadilan, Stephen Groscurth mengatakan bahwa dengan kasus itu, “Siswa-siswa Muslim lainnya bisa merujuk pada kasus itu." Ini berarti, pengadilan akan menangani tuntutan semacam itu kasus per kasus, demikian jelasnya.

Sekolah dengan demikian berkewajiban memperbolehkan Yunus untuk shalat dalam ruangan terpisah, di luar jam pelajaran selama 10 menit.

Direktur sekolah, Brigitte Burchardt, mengatakan bahwa dirinya kecewa atas keputusan itu. Menurutnya, keputusan itu mendahulukan lainnya dan operasional sekolah tidak bisa berjalan semestinya.

“Ada delapan lagi murid yang mengajukan perlakuan serupa. Saya tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya,” demikian katanya.

"Saya harus memperhatikan hak 650 murid," kata Burchardt. Sekitar 90 persen berlatar belakang imigran. Semua agama besar belajar di sekolah menengah Diesterweg di Berlin-Wedding itu.

Namun hakim yang memutuskan perkara, Uwe Wegener, berpendapat, ia tidak melihat adanya bahaya yang parah jika ada banyak siswa yang menuntut ruang untuk shalat.

Wegener juga mengatakan, ia tidak menemukan dalam kasus ini bahwa shalat yang dilakukan Yunus bisa menyebabkan atau memperparah konflik di kalangan siswa dari berbagai agama dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Senat Pendidikan di Berlin mengatakan ketakutannya bahwa keputusan itu akan memaksa sekolah-sekolah umum untuk melepaskan netralitasnya dan bisa jadi "pengkotakan berdasarkan agama" akan terbentuk.

"Meskipun demikian, tentu saja pihak sekolah akan tetap melaksanakan keputusan pengadilan," kata pihak Senat.

Ketua dari dewan yang mewakili pemerintah kota dan wali murid, Andre Schindler, mengatakan, organisasinya khawatir keputusan hakim itu akan mengurangi keinginan siswa Muslim berbaur dengan yang lain. Dewan itu mengusulkan Senat Pendidikan Berlin untuk mengajukan banding.

Tapi pihak senat mengatakan, pihaknya akan banding setelah mengkaji keputusan yang ditulis hakim tersebut.

Pendapat pakar

Wegener mengatakan, Yunus telah berhasil memberikan bukti yang bisa diterima, yaitu kewajiban agama bagi dirinya untuk melaksanakan shalat lima waktu. Ia tidak melihat kemungkinan untuk tidak melakukan shalat selama berada di sekolah. “Hal itu tidak mungkin dilakukannya,” kata Wegener.

Pengadilan mendasari keputusannya pada pendapat pakar Islam.

Pakar Islam dan profesor hukum dari Universitas Nuremburg-Erlangen, Mathias Rohe, memberikan kesaksian sebagai seorang pakar dalam persidangan.

Rohe mengatakan kepada pengadilan bahwa apa yang diminta Yunus merupakan bagian dari ajaran Islam, yang berarti merupakan bagian dari kebebasan beragama.

Rohe mengatakan, itu bukanlah kasus dari seorang ektremis yang ingin melaksanakan sesuatu "dengan cara apapun."

Kasus ini pertama kali merebak di tahun 2007 ketika kepala sekolah, yang sangat memegang teguh tradisi sekular, melarang Yunus dan kawan-kawannya untuk shalat.

Tidak terima dengan larangan itu, pemuda yang beribukan wanita Turki dan ayah seorang Jerman --yang kemudian memeluk Islam-- itu akhirnya mengajukan tuntutan ke pengadilan. Dan ia menang.

Pada keputusan pengadilan sebelumnya Maret 2008, pengadilan memerintahkan kepada pihak sekolah agar memperbolehkan remaja itu shalat satu kali selama jam istirahat sekolah. Sejak itu, sekolah mengizinkannya untuk shalat di sebuah ruangan khusus yang disediakan, selama 10 menit dalam sehari.

Sebelumnya, Yunus melakukan shalat di lorong sekolah dengan beralaskan jaket, sementara siswa-siswa lain yang berlalu-lalang menyaksikan apa yang dilakukannya.

Islam dan Eropa

Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389), yang memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu.

Lima tahun setelah runtuhnya Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah, Abdurrahman I yang bergelar Al-Dakhil berhasil mendirikan Kekhalifahan Umayyah baru di daratan Eropa.

Pada masa kepemimpinan Abdurrahman III, di pusat pemerintahan berdiri Universitas Cordoba. Menurut Sejarawan Said Al-Andalusi, sang Khalifah juga mendirikan perpustakaan megah dengan koleksi buku yang sangat melimpah. Ia menempatkan para sarjana kedokteran dan ilmu pengetahuan lainnya dalam posisi yang tinggi serta terhormat.

Saat itu, kota Cordoba dikenal sebagai salah satu pusat ilmu kedokteran dan filsafat berpengaruh di dunia, setelah Baghdad. Dukungan para penguasa itu telah mendorong ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang begitu pesat di Kekhalifahan Umayyah Spanyol.

Banyak pakar sejarah dan sosiologi menilai, Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.

Dalam beberapa survei terbaru, di sebagian besar negara-negara Eropa, agama Islam kini telah menjadi agama terbesar kedua dan keberadaanya telah “diakui” pemerintah. Salah satu negara Eropa yang memiliki penduduk Muslim besar adalah Jerman, dengan jumlah berkisar 3.7 juta jiwa.

Fenemona yang cukup menarik ketika umat Islam mendapat perlakuan diskriminatif akibat kasus WTC 11 September, justru bahwa tingkat konversi orang-orang Jerman terhadap Islam cukup tinggi.

Majalah ternama Jerman Der Spiegel pernah menyebutkan bahwa bulan Juli 2004 dan Juni 2005 saja terdapat sekitar 4000 orang di Jerman masuk Islam. Kebanyakan para muallaf berasal dari kalangan terpelajar.

Komunitas Muslim jumlahnya mencapai 5% dari total populasi Jerman. Populasi Protestan mencapai 33% dan Katolik 33% dari keseluruhan jumlahnya penganut Kristen yang berjumlah sekitar 55 juta orang. Kaum Muslim di Jerman kebanyakan dianut oleh keturunan imigran dari Turki.

Menurut laporan majalah Focus, sejak 2004 jumlah masjid di Jerman terus bertambah. Hingga kini tercatat ada 159 masjid. Itu belum termasuk 184 masjid yang tengah dibangun dan 2.600 ruangan yang disewa untuk kepentingan ibadah umat Islam. Fenomena Yunus, mungkin hanya kasus awal bagaimana geliat warga Eropa menemukan Islam.

Post By : Feryhady

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Update Myworld

Plengkung

Plengkung
Plengkung

Chat Via Yahoo

Agro Wisata

Agro Wisata
Kopi

Jaranan

Jaranan
Tari Jaranan

Ngikut Yuuuk

Tukeran Link


feryhady.blogspot

Pengunjung

free counters

Geo Counter