Oct 29, 2009

Kata Kata Indah oleh Andy Dymas39


KATA2 INDAH karya ANDY DYMAS39



Angin masih belia, 
Kata-katamu yg manis
tak sempat kuingat
dalam perih keringat

perihal lagu kemarau 
menina bobokan nafas rerumputan
yang tumbuh liar sepanjang jidatmu
matamu semakin purba
ketika rerumputan itu berubah duri waktu
sesekali melukai kulitmu yang beludru


udara tropis meranggas 
di pucuk-pucuk tembakau
rumah-rumah kehilangan senyum.
wajahmu semakin lengang
seperti duka anak tetangga 
yang ditinggal ibunya
tiba-tiba aku teringat 
sepenggal ceritamu
tentang seorang pengemis tua 
yang selalumenggedor-gedor
pintu kemarau usiaku


Kata-katamu yg manis 
masih tersimpan rapi
di almari hatiku. 
mataku terlalu asing
menyiangidebu jalanan 
yang seringkali menikam 
jantung matahari
hingga tembaga. 

seperti hari-hari kemarin,
kulipatpesan ramah reranting cemara
menyapa angin
dalam nafas panjang
doa-doa sembahyang
kelak akan kulukis ranum senyummu
mewarnai perjalanan sejarah 
angin yang gemetar


berapa mil lagi harus kucicipi
manis elektron pelangi...??
abad-abad terus berlari 
dalam alfa tawamu

di beranda ini kita 
perlu berhenti sejenak
mengunyah hari-hari yang berbatu
lantas menanam benih cinta 
bumi pada matahari
biarkan Kata-Katamu memfosil
menjadi jejak musim 
dalam beranda sunyi sajak-sajakku


oleh: andy dymas39
uploade by feryhady

Advertise on blogs


KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Oct 20, 2009

Jadilah Danau By Apriza Iryani

Sebuah kisah antara guru dg muridnya...


“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke dalam segelas air itu" kata sang guru...
“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih mengernyih.
Sang guru ketawa kecil melihat wajah muridnya yang menyeringai kemasinan.
“Sekarang ikuti saya.” Sang guru membawa muridnya ke danau berhampiran tempat mereka.
“Ambil garam yang tersisa dan taburkan ke danau. Sekarang, cuba kamu minum air danau itu,” kata sang guru.
Si murid mengambil air danau menggunakan tangannya. “Ahh, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan telapak tangan.
Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa masin di mulutnya.
”Terasakah masin garam yang kamu taburkan tadi?” sang guru bertanya.
”Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Sang guru hanya membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak, segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kamu alami sepanjang kehidupanmu itu sudah diqadar oleh Allah, sesuai utk dirimu. Jumlahnya tetap, begitu-begitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yg dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak berasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikanlah hati dalam dadamu itu sebesar danau agar kamu dapat menampung penderitaanmu itu dg lapang dan ikhlas.”


Created By:Apriza Iryani
Uploade By:Feryhady


Advertise on blogs

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Kekasihku BY Andy Dymas39

KEKASIHKU


Risau gemuruh belalang tua 
di ujung tangkai jingga.
Bernaung ia di sepucuk mawar
bertudung lembayung senja.
Lidahnya menjulur membelah
belantara rumput kering berairmata.

Kakinya rapuh mencengkram dahan 
mungkin akan patah lalu sirna.
Matanya lesu mengejar jejak langkah 
gubuk reot yang menyisakan Tanya.
Siapa yang bertahta atau......... 
sekedar singgah di kesunyian mimpinya?.

Malam datang sembari menawarkan]
suasana tak bercahaya.
Melempar amarah kepada hati,
menikam lalu menitipkan secercah luka.


Aku tertawa meradang asma.
Aku tersungkur menghitung bianglala.
Aku terpaku menapaki jejak langkahnya.
Aku terpesona oleh senyum luka di bibirnya.


Menangis lelah berlari sudah.
Menepi sepi menghias sunyi.
Berdiri sendiri menanti hati.
Menggantung asa menabur rasa.
Bercerita tentang rindu kepada gubukku.

Bercerita tentang kidung sendu 
kepada taman jiwaku
Berdansa sejenak kemudian berlalu
Seraya perlahan bernyanyi irama tak merdu .
Lalala...Hehehe.....Hohoho......

Kekasihku.. bertasbih ria.
Menatap secuil jiwa yang masih tersia
Meniduri malam melangkahi siang.
Menyulam bingkai hati dengan ilalang.


Kekasihku... berkidung mesra.
Menemani sepenggal asa yang tertinggal di sana


Kekasihku... letih memapah luka.
Kekasihku... marah mengutuk senja.
Kekasihku... menepi dalam sunyi.
Kekasihku... bisu ia tak lagi bernyanyi


Sendiri ia sendiri.
Lalatpun kini beranjak pergi.
Serasa teramat enggan walau hanya untuk menemani
Akan tinggal nama tinggal memori.
Terberai angin dipenghujung sebuah pagi.


Kekasihku…
Aku akan tetap disini
Untukmu mengalun melodi…
Kekasihku,
mimpiku tertanam dI sini.
Kekasihku,
nyawaku tertancap disini.
Kekasihku,
hariku adalah kisahmu.


Kekasihku,
malamku adalah sajakmu.
Melangkah jauh mereka 
beranjak dari tepian ini.
Berlalu mereka titipkan 
sebait kutukan panjang untukmu ini.
Melompat dari dahan 
ke dahan mencari terang.
Melukis wajah alam 
yang semakin buram.


Biarkan saja semua menepi.
Biarkan saja semua pergi.
Biarkan saja semua tak lagi disini.
Menjauh dan mungkin takkan kembali.


Tapi hatiku adalah surga.
Jiwaku adalah taman nirwana.
Dalam kesendirian 
masih aku bisa bernyanyi.
walau kidungku selalu 
tentang lara hati


Kekasihku…
Ajarkan kepadaku 
tentang air yang terus mengalir.
Menyibak belukar dari hulu kehilir.


Kekasihku…
Ajarkan kepadaku tentang hujan.
Menawarkan kesejukan 
walau mata tak henti menikam.
Sampai aku tahu bahwa 
aku tidak bisa lagi tahu.
Sampai mata lupa untuk 
memata-matai mata layumu.

Sampai kaki mati,
Sampai lelah menanti
sampai tangan terbelah,
sampai hati patah,
sampai jiwa rapuh.


Aku akan disini…
Menemani harimu sambil bernyanyi.
Menganggap sepi sebagai arti.
Menganggap mimpi sebagai obsesi
Kekasihku jangan berduka.
Kekasihku jangan bermuram durja.
Kekasihku jangan lagi mengenang luka

Biarkan semua ada
Dan aku menulisnya 
di belahan langit di sana
Pernah kau merasa ada
Namun kini tinggal sepintal Tanya.


Kekasihku
Tunjukkan padaku senyum 
yang pernah kau semaikan pada alam.
Kekasihku
Tunjukkan padaku sinar raut wajahmu 
yang pernah menghepas malam.
Kekasihku....


Tunjukkan padaku tajam lidahmu 
yang mengguncangkan dahan jagat.
Sampai pada suatu masa.
Kekasihku rubuh diterjang usia.
Mata melihat mulut bertanya.

Kau yang mengaku Kekasihku, 
kini berada di mana?.
Angin terdiam lelah lalu berhambus pelan.
Burung berkicau membalut petang.
Kekasihku berdiri melambaikan tangan.
Membuka mulut berseru perlahan…..


Aku,,, Aku,,,
Kekasihmu....
Mengapa dilupakan,???
Mengapa ditinggalkan…???

Created By:Andy dymas
uploade By:Feryhady



Advertise on blogs

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Oct 17, 2009

C I N T A........Aneh tapi Nyata By Kang Qomar



Kadang-kadang menghembuskan angin surga
Kadang-kadang mengundang datang bencana

Kadang-kadang membangun semangat jiwa

Kadang-kadang menghancurkan segalanya

Cinta memang aneh, aneh tapi nyata

Kalau cinta melambai-lambai
Jiwa rasa dibuai-buai



Kalau cinta mengalun-alun
Jiwa rasa diayun-ayun
Tapi kalau cinta sudah mulai kejam
Tak dahsyat deru angin topan
Juga kalau cinta sudah mulai gila

Tak ganas gelombang samudera
Keadilan kausiasati itu demi aku
Hukuman rela kaujalani juga demi aku

Kebebasan kaubelenggukan itu demi aku
Kharismamu engkau korbankan juga demi aku
Di balik terali cintamu sejati
Betapa haru hatiku sedih


Indah dunia kaujauhi itu demi aku
Gembira ria kau tak lagi juga demi aku
Beban derita kautahankan itu demi aku
Sejuta siksa kaurasakan juga demi aku


Terali besi yang tegar perkasa
Tak akan mampu memisahkan cinta
Aku berjanji selalu setia
Menemanimu di dalam derita
Kau pasti akan kunanti walau sampai mati


Semua indah dan hidup jadi gairah
Gelora jiwa yang jatuh cinta
Rasa bahagia manis madu puspa cinta
Terpadu dalam sejuta rasa


Untuk kebahagiaan cinta ‘kan minta pengorbanan
Itu penderitaan nilai sebuah pengabdian


Siksa derita dan seribu bahagia
Terpendam dalam misteri cinta
Banyak manusia yang dibuai dan dilanda
Tanpa tahu hakikinya cinta


Cinta tak terbeli dengan harta
Juga dengan permata
Bahkan tak tunduk pada penguasa
Cinta tak terbendung oleh luka
Juga oleh bencana
Bahkan tertahan oleh senjata


(Kalau dijaga-jaga) cinta makin membara
(Kalau diancam-ancam) cinta makin dalam
(Kalau dipaksa-paksa) cinta akan meronta
(Kalau dicegah-cegah) cinta akan menerjang segala


Aku berkata: Bila manusia dilanda cinta
Mata yang belalak seakan buta
Walau banyak celanya kasih nampak sempurna
Walau jelek orangnya kasih nampak menyala


Bila manusia dilanda cinta
Hati pun mengembang bagai pahlawan
Siapa pun saingan berani berhadapan
Jangankan cuma harta jiwa pun dikorbankan


Jangan salahkan cinta ‘pabila menderita
Bukan cinta yang buta tapi jiwa terlena
Kalau jiwa terlena akal pun tak berfatwa


Cinta tanpa akal berakibat fatal
Main api memang berbahaya
Hamil tanpa nikah anak tanpa ayah
Lagi-lagi alasan cinta


Berhati-hatilah dalam bercinta
Tanamkanlah niat suci mulia
Aturan permainan cobalah dijalankan
Bisik dan rayu syetan janganlah didengarkan


Berhati-hatilah dalam bercinta
Tanamkanlah niat suci mulia


Melodi, melodi, melodi cinta, melodinya cinta
Melodi, melodi, melodi cinta, selamanya indah
Bila si dia berpolah, ‘ku tak pernah marah
Bila si dia yang marah, itu hanya manja, sayang
Supaya disayang-sayang, inginnya disayang
Melodi, melodi, melodi cinta, melodinya cinta
Melodi, melodi, melodi cinta, selamanya indah 

Pabila dalam liku bercinta
Terdapat tempat duka
Itu bunga bahagia
Derita dalam lembaran cinta
Walau sakit terasa
Itu garamnya cinta
Yang menambah-nambah kasih-sayang
Yang menambah-nambah keindahan
Yang menambah-nambah kerinduan
Yang menambah-nambah kemesraan

By:Kang Qomar (bwi_m@yahoo.com)
Upload By:Feryhady


Advertise on blogs

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Oct 14, 2009

13 hal yang disukai pria thd wanita

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.


Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.


Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.


Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.


1. Karena akidahnya yang Shahih


Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.
Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)


2. Karena paham agama dan mengamalkannya


Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)


Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).


Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.


3. Dari keturunan yang baik


Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)


Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).


“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)


Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”


4. Masih gadis


Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.


Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.


Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”


Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.


Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”


5. Sehat jasmani dan penyayang


Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).


Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)


6. Berakhlak mulia


Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”


7. Lemah-lembut


Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”


8. Menyejukkan pandangan


Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)


“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.


Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”


9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban


Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”


Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)


Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)


10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa


Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”


11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya


Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”


12. Pandai bersyukur kepada suami


Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).


13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat


Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.


Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”


Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”


Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.


By:Feryhady
Sumber: Mar'ah Muslimah (Moch.bugi)

Advertise on blogs

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

13 sifat wanita yg tidak disukai laki2

Salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan. Dari gambaran survai ini, diharapkan menjadi masukan dan pertimbangan sikap para istri dan juga sikap para suami. Sekaligus menjawab pertanyaan para istri selama ini, perihal sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah.


Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:


Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”


Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.


Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”


Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.


Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”


Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.


Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”


Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.


Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”


Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.


Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”


Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.


Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”


Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…


Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya


Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.


Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.


Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.


Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”


Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.


Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”


Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.


Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”


Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.


Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”


Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!


Ketika Laki-Laki Memilih


Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:


Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:


“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.


Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.


Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.


Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:


“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!


Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.


Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:


“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”


Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:


“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.


Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:


“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”


“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.


Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”


Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermu’asyarah bilma’ruf atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt. berfirman:


“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19


Dan karena perempuan adalah “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, belahan hidup laku-laki yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam


By:Feryhady
Sumber: Mar'ah Muslimah (Ulis Tofa Lc)


Advertise on blogs

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Update Myworld

Plengkung

Plengkung
Plengkung

Chat Via Yahoo

Agro Wisata

Agro Wisata
Kopi

Jaranan

Jaranan
Tari Jaranan

Ngikut Yuuuk

Tukeran Link


feryhady.blogspot

Pengunjung

free counters

Geo Counter

IP Kamu

Tuker Duit

Petik Laut 1 Syuro

Petik Laut 1 Syuro
Petik Laut 1 Syuro

Wisata Banyuwangi

Wisata Banyuwangi
Terowongan Mrawan-Kalibaru

Dermaga Ketapang

Dermaga Ketapang
Dermaga Ketapang

Wisata kalibaru

Wisata kalibaru
Kalibaru Cottages

Wisata Banyuwangi

Wisata Banyuwangi
Warung Bebas Kalibaru

Watu Dodol

Watu Dodol
Watu Dodol

Gandrung Banyuwangi

Gandrung Banyuwangi
Tari Gandrung

Sukamade

Sukamade
P.Penyu Sukamade

Kamus