Oct 20, 2009

Kekasihku BY Andy Dymas39

KEKASIHKU


Risau gemuruh belalang tua 
di ujung tangkai jingga.
Bernaung ia di sepucuk mawar
bertudung lembayung senja.
Lidahnya menjulur membelah
belantara rumput kering berairmata.

Kakinya rapuh mencengkram dahan 
mungkin akan patah lalu sirna.
Matanya lesu mengejar jejak langkah 
gubuk reot yang menyisakan Tanya.
Siapa yang bertahta atau......... 
sekedar singgah di kesunyian mimpinya?.

Malam datang sembari menawarkan]
suasana tak bercahaya.
Melempar amarah kepada hati,
menikam lalu menitipkan secercah luka.


Aku tertawa meradang asma.
Aku tersungkur menghitung bianglala.
Aku terpaku menapaki jejak langkahnya.
Aku terpesona oleh senyum luka di bibirnya.


Menangis lelah berlari sudah.
Menepi sepi menghias sunyi.
Berdiri sendiri menanti hati.
Menggantung asa menabur rasa.
Bercerita tentang rindu kepada gubukku.

Bercerita tentang kidung sendu 
kepada taman jiwaku
Berdansa sejenak kemudian berlalu
Seraya perlahan bernyanyi irama tak merdu .
Lalala...Hehehe.....Hohoho......

Kekasihku.. bertasbih ria.
Menatap secuil jiwa yang masih tersia
Meniduri malam melangkahi siang.
Menyulam bingkai hati dengan ilalang.


Kekasihku... berkidung mesra.
Menemani sepenggal asa yang tertinggal di sana


Kekasihku... letih memapah luka.
Kekasihku... marah mengutuk senja.
Kekasihku... menepi dalam sunyi.
Kekasihku... bisu ia tak lagi bernyanyi


Sendiri ia sendiri.
Lalatpun kini beranjak pergi.
Serasa teramat enggan walau hanya untuk menemani
Akan tinggal nama tinggal memori.
Terberai angin dipenghujung sebuah pagi.


Kekasihku…
Aku akan tetap disini
Untukmu mengalun melodi…
Kekasihku,
mimpiku tertanam dI sini.
Kekasihku,
nyawaku tertancap disini.
Kekasihku,
hariku adalah kisahmu.


Kekasihku,
malamku adalah sajakmu.
Melangkah jauh mereka 
beranjak dari tepian ini.
Berlalu mereka titipkan 
sebait kutukan panjang untukmu ini.
Melompat dari dahan 
ke dahan mencari terang.
Melukis wajah alam 
yang semakin buram.


Biarkan saja semua menepi.
Biarkan saja semua pergi.
Biarkan saja semua tak lagi disini.
Menjauh dan mungkin takkan kembali.


Tapi hatiku adalah surga.
Jiwaku adalah taman nirwana.
Dalam kesendirian 
masih aku bisa bernyanyi.
walau kidungku selalu 
tentang lara hati


Kekasihku…
Ajarkan kepadaku 
tentang air yang terus mengalir.
Menyibak belukar dari hulu kehilir.


Kekasihku…
Ajarkan kepadaku tentang hujan.
Menawarkan kesejukan 
walau mata tak henti menikam.
Sampai aku tahu bahwa 
aku tidak bisa lagi tahu.
Sampai mata lupa untuk 
memata-matai mata layumu.

Sampai kaki mati,
Sampai lelah menanti
sampai tangan terbelah,
sampai hati patah,
sampai jiwa rapuh.


Aku akan disini…
Menemani harimu sambil bernyanyi.
Menganggap sepi sebagai arti.
Menganggap mimpi sebagai obsesi
Kekasihku jangan berduka.
Kekasihku jangan bermuram durja.
Kekasihku jangan lagi mengenang luka

Biarkan semua ada
Dan aku menulisnya 
di belahan langit di sana
Pernah kau merasa ada
Namun kini tinggal sepintal Tanya.


Kekasihku
Tunjukkan padaku senyum 
yang pernah kau semaikan pada alam.
Kekasihku
Tunjukkan padaku sinar raut wajahmu 
yang pernah menghepas malam.
Kekasihku....


Tunjukkan padaku tajam lidahmu 
yang mengguncangkan dahan jagat.
Sampai pada suatu masa.
Kekasihku rubuh diterjang usia.
Mata melihat mulut bertanya.

Kau yang mengaku Kekasihku, 
kini berada di mana?.
Angin terdiam lelah lalu berhambus pelan.
Burung berkicau membalut petang.
Kekasihku berdiri melambaikan tangan.
Membuka mulut berseru perlahan…..


Aku,,, Aku,,,
Kekasihmu....
Mengapa dilupakan,???
Mengapa ditinggalkan…???

Created By:Andy dymas
uploade By:Feryhady



Advertise on blogs

0 comments:

Post a Comment

Update Myworld

Plengkung

Plengkung
Plengkung

Chat Via Yahoo

Agro Wisata

Agro Wisata
Kopi

Jaranan

Jaranan
Tari Jaranan

Ngikut Yuuuk

Tukeran Link


feryhady.blogspot

Pengunjung

free counters

Geo Counter