Jan 17, 2010

Oleh2 Dari Arab Saudi (Hajar Jahanam, Solusi Ejakulasi Dini)


Tak dapat dipungkiri, ejakulasi dini adalah musuh besar bagi kaum Adam. Boleh dibilang, pria yang menderita ejakulasi dini bakal canggung jika diminta berhubungan intim dengan lawan jenis lantaran dianggap kurang perkasa.


Sekadar informasi, ejakulasi prematur dapat diartikan sebagai suatu keadaan saat pria terlalu cepat mengeluarkan sperma sebelum atau sesaat setelah penetrasi. Jika hal ini terjadi, dapat dipastikan Anda tidak mampu memuaskan pasangan di atas ranjang. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Hingga akhirnya, muncul sebuah solusi bernama Hajar Jahanam.
Dalam bahasa Arab, kata hajar berarti batu. Sementara jahanam adalah nama salah satu neraka. Jadi, Hajar Jahanam menurut arti bahasa berarti Batu Neraka. Kendati demikian, Hajar Jahanam bukanlah batu, melainkan getah mengeras yang diambil dari tumbuh-tumbuhan tertentu yang hanya ada di Mesir dan India. Getah tersebut diolah sedemikian rupa oleh pakar-pakar peramu obat tradisional dan digunakan untuk menangkal ejakulasi prematur.


Berbeda dengan viagra yang cara pemakaiannya diminum, Hajar Jahanam harus terlebih dahulu dilarutkan sedikit dengan air hangat. Setelah kurang lebih 10 menit, air akan terlihat keruh. Selanjutnya, oleskan Hajar Jahanam yang sudah mencair ke bagian bawah penis atau kepala penis. Atau bisa juga dioleskan di bagian paling sensitif yang membuat Anda cepat ejakulasi. Diamkan selama 30 menit dan cuci hingga bersih dengan sabun sebelum berhubungan intim.


Jangan kaget dengan efek setelah pengolesan lantaran mister p akan terasa panas seperti digigit semut. Ya, di sinilah intinya. Panas pada bagian kulit penis tersebut, dapat menambah sensitivitas buah zakar disaat keluar masuk miss v. Kini tak perlu khawatir terlalu cepat "keluar" karena Anda akan merasa selalu turn on.


Hajar Jahanam juga dapat digunakan bagi Anda yang memang ingin "bermain" lama. Jadi, fungsinya bukan hanya sekadar mengatasi ejakulasi prematur saja. Intinya, ini adalah salah satu upaya Anda untuk memuaskan pasangan. Tentunya, hubungan yang indah dan harmonis bakal tercipta jika kedua pihak saling memuaskan satu sama lain.


Post By : Feryhady



KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Bakteri Mengintai di Mesin Minuman Soda


Melepas dahaga dari mesin minuman bersoda memang menyegarkan dan praktis. Tapi, sebuah penelitian berikut patut diperhatikan. Belum lama ini, sejumlah peneliti Universitas Hollins di Roanoke, Virginia, Amerika Serikat, menguji tiga puluh minuman bersoda yang berasal dari mesin. Setelah dianalisis, ternyata 11 minuman atau hampir separuhnya terkontaminasi mikroba.
Menurut dokter Alanna Levine, minuman terkontaminasi bakteri di mesin minuman soda menjadi ancaman bagi orang yang rentan terhadap penyakit. Seperti dilansir CBS News, menurut Levine, manusia memang memiliki sejumlah bakteri yang hidup di dalam tubuh. Namun, minuman soda yang terkontaminasi bakteri atau mikroba bakal berbahaya bagi orang dengan kekebalan tubuh lemah. Misalnya, pasien yang sedang menjalani kemotrapi, penderita kanker, dan pengidap HIV.


Seseorang yang sudah terinfeksi bakteri akan mengalami gejala muntah, diare akut dan kram perut. Sumber bakteri bisa dari tangan pelayan yang tidak bersih ketika menyentuh mesin minuman soda. Tapi, kemungkinan terbesar bakteri berasal dari dalam mesin yang tidak bersih.


Buat menghindari kemungkinan terkontaminasi bakteri, Levine menyarankan para pelayan harus mencuci tangan terlebih dahulu. Serta, senantiasa menjaga kebersihan mesin minuman soda. Sedangkan kepada konsumen disarankan agar membeli minuman soda kalengan atau dalam kemasan botol.


Post By : Feryhady


KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Jan 12, 2010

Dua Muslimah, "Berjuang" Melalui Kartun

Siapa yang tidak akan menjerit, jika sejak lahir ia telah berada dalam kungkungan tangan penjajah. Dua orang suaminya yang ikut berjuang untuk kebebasan tanah air mereka, bahkan harus gugur akibat kekejaman tentara Zionis Israel.

Hidup adalah perjuangan dan tidak sepatutnya diam jika melihat penindasan berlangsung terus di depan mata. Semangat perjuangan harus tetap dikobarkan, walaupun dengan pena gambar. Setidaknya demikian bagi dua orang kartunis wanita Muslim di Palestina dan Pakistan.
Saya kira sangat sedikit orang Barat yang tahu tentang wanita Muslim yang menjadi artis kreatif secara umum. Kebanyakan dari mereka mengindentikkan wanita Muslim sebagai hasil daur ulang kepala-kepala berita di media Barat, yang melukiskan gambar suram wanita-wanita tertindas yang kebebasannya dibajak oleh kaum lelaki dan peran mereka dibatasi hanya untuk mengasuh anak dan memasak. Pandangan tersebut cocok bagi media Barat, karena gambaran semacam itu dihasilkan untuk menjustifikasi agresi dan campur tangan (Barat) ke sejumlah negara Muslim. Meskipun ada sebagian cerita yang benar, tapi tidak banyak yang mau bersusah payah mencari tahu seberapa benar cerita itu. Demikian tulis Iqbal Tamimi, seorang jurnalis wanita Palestina yang bermukim di Inggris.***

Omayya Joha adalah seorang kartunis ternama di Timur Tengah, ia orang Palestina dan wanita Arab pertama yang menjadi kartunis politik yang bekerja untuk sebuah surat kabar. Dan yang pertama kali mendirikan bisnis kartunnya sendiri, Joha Toon.
Joha lahir di Gaza pada 2 Februari 1972. Ia lulus dari jurusan matematika di Universitas Al-Azhar Mesir pada tahun 1995 dengan predikat tertinggi. Ia anggota Dewan Kesenian Naji Al-Ali. Al-Ali adalah kartunis Palestina yang telah menggambar 40.000 kartun politik dan menciptakan karakter Hanthala (Hanzala atau Handala), seorang bocah Palestina bertelanjang kaki yang posisinya selalu membelakangi dan tidak pernah kelihatan wajahnya, karena bocah itu senantiasa mengamati keadaan di sekelilingnya. Ali dibunuh pada tahun 1987 di London dan hingga kini kasus pembunuhannya belum terungkap.

Karya Joha bisa dibilang perpaduan antara politik dan jurnalisme yang merefleksikan kenyataan pahit dari perjuangan hidup para pengungsi dan rakyat Palestina. Sebuah realita yang sangat ia pahami.
"Saya di lahirkan di Gaza tahun 1972, tapi saya merupakan bagian dari keluarga pengungsi dari Al-Muharaka, salah satu desa Palestina yang diserang Israel saat penyerbuan tentara Zionis tahun 1948," katanya. "Keluarga kami tercerai-berai. Ayah saya sangat jauh, dan ibu terkubur segudang tanggung jawab. Saya merekam penderitaan hidup itu dengan pena, bahkan sejak sebelum saya bersekolah."

Joha sangat baik dalam menunjukkan kreativitasnya, sehingga ia berhasil memenangkan penghargaan jurnalistik Arab tahun 2001, sebuah arena sangat kompetitif yang didominasi kaum Adam.

Sentuhan berbeda

Kartunis wanita Muslim lainnya adalah Nigar Nazar, wanita Pakistan yang menciptakan karakter Gogi, yang dipakai guna mengekspresikan pandangannya dalam berbagai bidang, mulai dari chauvinisme pria hingga bom bunuh diri. Gogi dipilih Nazar sebagai tokoh utama kartunnya dengan menggambar seorang wanita Muslim modern yang mengenakan pakaian khas Pakistan bermotif polka dot, dengan bulu mata lentik dan potongan rambut pendek.

Hal itu agak berbeda dengan Joha yang memilih untuk menggambarkan banyak kepribadian orang di masyarakatnya, dan tidak memfokuskan diri pada karakter wanita untuk mengekspresikan pandangannya tentang penjajahan Israel yang telah menjadikan semua wanita, pria dan anak-anak dari berbagai kelompok usia menderita. Joha sendiri adalah korban dari agresi Israel yang menyerang Gaza. Suami pertamanya mati ditembak oleh Israel dan suami keduanya harus menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan tidak mendapatkan pertolongan medis akibat blokade Israel.

Ada sentuhan kesedihan yang mendalam dan perasaan tertekan dalam setiap gambar yang dibuat Joha. Subyek kartunnya adalah para pengungsi, orang-orang Palestina yang tertindas, para tahanan, rasa putus asa dan kepedihan mendalam serta kritik terhadap masyarakat internasional atas sikap hipokrit mereka dalam masalah Palestina. Sebagaimana ia mengekspresikan kemarahannya terhadap sikap masyarakat Barat, ia juga mengekspresikan hal yang sama terhadap para pemimpin Arab yang membiarkan orang-orang Palestina terpuruk.

Di sisi lain, karya Nazar menunjukkan nafas humor wanita di dalam sebuah masyarakat yang didominasi kaum pria, di mana ia mencari kebebasan sosial. Negara Nazar tidak sedang dijajah, tapi Pakistan didominasi oleh para pria, buta huruf mewabah dalam masyarakat dan sepertinya radikalisasi sebagian pemuda sedang terjadi. Lewat karyanya, Nazar berupaya menaklukkan keangkuhan dalam masyarakat yang sepertinya menjadi musuh dalam selimut.

Nazar yang hidup di Islamabad, pernah mengajar di Colorado College selama beberapa waktu, sambil berharap ia bisa membantu orang-orang Amerika yang menurutnya memiliki persepsi dimensi tunggal terhadap masyarakat dan kebudayaan Islam. Sementara Joha yang lahir pada masa penjajahan, tidak bisa pergi ke luar negeri karena hidup di bawah kepungan Israel. Ia berharap bisa berbagi pengalaman di tingkat internasional, tapi meskipun ia seorang kartunis wanita terkenal di Timur Tengah, ia tidak dapat menghadiri banyak undangan.

Nazar, yang ayahnya bekerja sebagai diplomat di luar negeri ketika ia masih kanak-kanak, selama beberapa tahun tinggal di Amerika. Gogi, tokoh kartun buatannya, terbit pertama kali sebagai serial komik di harian The Sun pada tahun 1970 di Pakistan. Ketika itu ia berusia 22 tahun dan juga bekerja sebagai animator di Karachi Television. Kemudian ia menjadi pekerja lepas untuk The Herald yang terbit setiap bulan, sebelum akhirnya menerbitkan buku kartun Gogi pada tahun 1975.

Joha memulai karirnya sebagai seorang guru selama 3 tahun, lalu mengundurkan diri untuk lebih menekuni pekerjaan sebagai seorang kartunis. Ia bekerja untuk koran Al-Risalah sejak tahun 1997, untuk Al-Quds dari tahun 1999 hingga 2002, dan sejak Februari 2002 ia bekerja untuk Al-Hayat Al-Jadeeda di samping untuk koran Al-Raya di Qatar.

"Sejak sekolah menengah saya mulai membaca surat kabar, dan tentu saja kartun di halaman belakang Al-Quds, koran yang saya baca setiap hari," cerita Joha. "Saya melihat hasil gambar para artis, Naji Al-Ali dan Mahmoud Khail, dan sangat terkesan dengan karya mereka meskipun saya masih sangat muda."

Di dunia Arab, kartunis editorial dianggap sebagai jurnalis sekaligus pekerja seni. Ketika masih di Al-Quds, Joha adalah satu-satunya wanita di antara 12 kartunis yang bekerja untuk koran yang terbit di Tepi Barat dan Gaza tersebut.

Sindiran

Tokoh Gogi menyajikan humor yang lembut, tapi sebagian orang mungkin akan salah mengartikan selera humornya, terutama jika ia mengkritik kebudayaan di negerinya. Sebagai contoh, ketika ia menggambarkan bahwa cadar sebenarnya memiliki beberapa keuntungan, salah satunya sembunyi dari kejaran kreditur. Padahal ia ingin menyoroti masyarakat miskin di negaranya yang banyak terlilit hutang. Kartunnya mungkin bagi sebagian orang diterjemahkan sebagai pelecehan atas pakaian tradisional wanita Pakistan atau hijab di negara-negara Muslim.

Nazar juga pernah mengkritik masyarakatnya yang lebih menghargai kelahiran bayi laki-laki. "Ketika putranya lahir, sang ayah mematikan cerutu. Ketika putrinya lahir, sang ayah langsung mati," kritik Nazar lewat kartunnya.

"Itu adalah kartun pertama saya yang penuh makna," kata Nazar. Namun demikian katanya, para editor koran-koran Pakistan tidak selalu bisa menerima Gogi sebagai penyambung lidah wanita kota modern.

Berbeda dengan Nazar, kartun-kartun Joha menyampaikan pesan politik secara langsung. Nazar bilang, ia tidak membuat kartun politik sampai ia benar-benar sangat marah. Dan biasanya kartun yang demikian itu tidak diterbitkan. Jadi tidak jelas, apakah ia memilih karikatur sosial karena ia tidak cukup marah, atau takut karyanya tidak dimuat.

Tidak seperti Nazar, kehidupan Joha sangat menyedihkan. Ia menikah dua kali dan kedua suaminya meninggal dunia. Suami pertama, Rami Khader Saad, dibunuh oleh Israel di Gaza pada tahun 2003, karena ia seorang anggota Brigade Izzudin Al-Qassam. Suami keduanya, Wael Aqilan meninggal setelah gagal mendapatkan perawatan luka perutnya yang terkena ledakan, karena dilarang keluar dari Gaza oleh Israel. Aqilan wafat pada Mei 2009. Kehidupan pribadi dan bangsa Joha tergambar dalam karya-karyanya yang fokus menyampaikan pesan-pesan politik.

Sementara Nazar menyampaikan pesan-pesan sosial yang hampir mencakup semuanya, mulai dari pelecehan seksual hingga kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Dan karya-karyanya mulai bermunculan di sisi bus-bus kota Islamabad dan Lahore.

Alat perjuangan

Dengan tingginya tingkat buta huruf di Pakistan, Nazar melihat kartun sebagai cara yang baik untuk menyampaikan pesan-pesannya. Lewat Gogi ia menyampaikan pesan tentang AIDS, kawin paksa, kekerasan rumah tangga, korupsi pemerintah dan pertikaian antar sekte, serta pesan-pesan kesehatan dari UNICEF. Ia juga menulis dan menggambar buku cerita anak-anak tentang lingkungan hidup, seperti "Monster Sampah". Ia melukis mural di tembok-tembok rumah sakit dan di buku-buku komik guna menyampaikan pesan agar anak-anak terhindar dari perekrutan pelaku bom bunuh diri.

Joha menggunakan simbol kunci rumah sebagai tanda tangan, kunci itu muncul di banyak hasil karyanya sebagai pengingat atas harapannya dan banyak orang Palestina lain untuk kembali ke rumah mereka. Burung dara simbol perdamaian juga banyak muncul bersama dengan darah anak-anak dan ibu mereka. Sementara peta Palestina yang ia tampilkan, semakin tahun semakin menyusut akibat penjarahan tanah oleh Israel. Rantai juga menjadi simbol dalam kartunnya, karena hampir 11.000 orang Palestina dikurung dalam penjara-penjara Israel. Satu dari empat orang Palestina pernah ditahan paling tidak satu kali selama hidupnya.

"Sebuah kartun menceritakan satu peristiwa atau kejadian. Banyak orang yang menggambar, tapi caranya berbeda sama sekali," kata Joha.

"Seorang kartunis yang sukses adalah orang yang peka terhadap orang-orang dan realita di sekitarnya. Hasil karya mereka menjadi refleksi dari kehidupan. Ini adalah keindahan kartun, yang mana hal itu semacam sebuah kompetisi antar artis, siapa di antara mereka yang memiliki ide paling cemerlang dan bisa mewujudkannya, dan siapa yang bisa menarik perhatian masyarakat."

Kehidupan Joha tidak bisa lepas dari politik di Gaza dan Tepi Barat. Setidaknya satu kali kartun Joha memicu balasan kejam dari Israel. Setelah serangan Israel ke Gaza tahun 2004, Joha menggambarkan perdana menteri Israel ketika itu, Ariel Sharon, sedang membanggakan tentara Israel yang telah tewas dan putus kepalanya dalam keadaan berdiri di belakangnya.

Kartun itu dicetak di surat kabar Islam Al-Risalah, yang kantornya menjadi target sasaran Israel satu hari kemudian.

Meskipun kantor mereka rusak parah, koran itu mampu bertahan dan Joha tetap menjadi kartunis mereka. Ia terus menggambar sketsa-sketsa yang keras dan provokatif.

Awal Ramadhan tahun ini, Joha mengomentari ketegangan antara kelompok Hamas dan Fatah dengan menggambar seorang ibu Palestina yang berdiri di balkon dan berdoa agar anak-anaknya, orang-orang Palestina, bersama-sama bisa menikmati hidangan Ramadhan dalam satu meja lagi.

"Sayangnya kita sekarang hidup dalam waktu di mana orang-orang bercerai dan terpecah belah," kata Joha.

"Itu adalah waktu yang tepat bagi seorang kartunis untuk menjadi seorang komentator sekaligus pengamat dan mempergunakan pengaruh yang dimilikinya."

Kedua wanita itu, Joha dan Nazar, ingin menyampaikan pesan tentang keadaan masyakarat mereka lewat kartun, yang dalam banyak kasus berbicara lebih lantang dari sebuah buku sejarah. Patut diperhitungkan keikutsertaan mereka dalam persaingan untuk menjadi pemenang di sebuah bidang pekerjaan yang didominasi kaum Adam. Keduanya telah melakukan kerja yang bagus sebagai duta dari para wanita di negaranya masing-masing guna mengekspresikan solidaritas mereka terhadap perempuan yang menjadi korban politik dalam berbagai tingkatan.

Sekarang ini Joha telah kembali menikah dan hidup bahagia, namun situasi di Gaza terus memburuk. Bagi Joha, pertentangan antara Hamas dan Fatah yang berkepanjangan berarti ia tidak akan kekurangan bahan.

"Perpecahan Palestina tidak diharapkan oleh setiap keluarga Palestina, dan dengan kehendak Allah, kami akan bisa mengatasi perpecahan itu," katanya. "Harapan saya adalah bisa meninggalkan hasil cetakan gambar kartun di dunia Arab."

Post By : Feryhady

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Pelajar Jerman Berjuang Untuk Sholat

Sebagian Muslim ada menyepelekan kewajiban shalat, meskipun berada dalam kondisi sangat memungkinkan untuk shalat. Mereka menundanya atau bahkan tidak melaksanakan kewajiban itu.


Namun, tidak demikian halnya dengan pemuda Jerman satu ini. Baginya shalat di mana pun harus tetap dilaksanakan. Pemuda itu namanya Yunus M., berusia 16 tahun. Ia mengajukan tuntutan hukum terhadap sekolahnya, karena ingin diperbolehkan shalat di sekolah.

Tuntutan hukum seperti itu pertama kalinya terjadi di Jerman. Mengacu kepada kebebasan beragama, pengadilan adminstrasi di Berlin akhirnya menetapkan keputusan banding ketiga pada Selasa (29/9) bahwa shalat yang dilakukannya tidak mengganggu operasional sekolah.

Pengadilan mengatakan, hak dasar kebebasan beragama tidak hanya mengacu pada kebebasan internal sebuah kepercayaan, tapi juga kebebasan eksternal untuk melakukannya, termasuk di dalamnya adalah berdoa -- dalam hal ini shalat. Hal itu (kebebasan beragama) tidak terlaksana jika murid yang taat itu hanya diperbolehkan shalat di luar sekolah.

Jurubicara pengadilan, Stephen Groscurth mengatakan bahwa dengan kasus itu, “Siswa-siswa Muslim lainnya bisa merujuk pada kasus itu." Ini berarti, pengadilan akan menangani tuntutan semacam itu kasus per kasus, demikian jelasnya.

Sekolah dengan demikian berkewajiban memperbolehkan Yunus untuk shalat dalam ruangan terpisah, di luar jam pelajaran selama 10 menit.

Direktur sekolah, Brigitte Burchardt, mengatakan bahwa dirinya kecewa atas keputusan itu. Menurutnya, keputusan itu mendahulukan lainnya dan operasional sekolah tidak bisa berjalan semestinya.

“Ada delapan lagi murid yang mengajukan perlakuan serupa. Saya tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya,” demikian katanya.

"Saya harus memperhatikan hak 650 murid," kata Burchardt. Sekitar 90 persen berlatar belakang imigran. Semua agama besar belajar di sekolah menengah Diesterweg di Berlin-Wedding itu.

Namun hakim yang memutuskan perkara, Uwe Wegener, berpendapat, ia tidak melihat adanya bahaya yang parah jika ada banyak siswa yang menuntut ruang untuk shalat.

Wegener juga mengatakan, ia tidak menemukan dalam kasus ini bahwa shalat yang dilakukan Yunus bisa menyebabkan atau memperparah konflik di kalangan siswa dari berbagai agama dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Senat Pendidikan di Berlin mengatakan ketakutannya bahwa keputusan itu akan memaksa sekolah-sekolah umum untuk melepaskan netralitasnya dan bisa jadi "pengkotakan berdasarkan agama" akan terbentuk.

"Meskipun demikian, tentu saja pihak sekolah akan tetap melaksanakan keputusan pengadilan," kata pihak Senat.

Ketua dari dewan yang mewakili pemerintah kota dan wali murid, Andre Schindler, mengatakan, organisasinya khawatir keputusan hakim itu akan mengurangi keinginan siswa Muslim berbaur dengan yang lain. Dewan itu mengusulkan Senat Pendidikan Berlin untuk mengajukan banding.

Tapi pihak senat mengatakan, pihaknya akan banding setelah mengkaji keputusan yang ditulis hakim tersebut.

Pendapat pakar

Wegener mengatakan, Yunus telah berhasil memberikan bukti yang bisa diterima, yaitu kewajiban agama bagi dirinya untuk melaksanakan shalat lima waktu. Ia tidak melihat kemungkinan untuk tidak melakukan shalat selama berada di sekolah. “Hal itu tidak mungkin dilakukannya,” kata Wegener.

Pengadilan mendasari keputusannya pada pendapat pakar Islam.

Pakar Islam dan profesor hukum dari Universitas Nuremburg-Erlangen, Mathias Rohe, memberikan kesaksian sebagai seorang pakar dalam persidangan.

Rohe mengatakan kepada pengadilan bahwa apa yang diminta Yunus merupakan bagian dari ajaran Islam, yang berarti merupakan bagian dari kebebasan beragama.

Rohe mengatakan, itu bukanlah kasus dari seorang ektremis yang ingin melaksanakan sesuatu "dengan cara apapun."

Kasus ini pertama kali merebak di tahun 2007 ketika kepala sekolah, yang sangat memegang teguh tradisi sekular, melarang Yunus dan kawan-kawannya untuk shalat.

Tidak terima dengan larangan itu, pemuda yang beribukan wanita Turki dan ayah seorang Jerman --yang kemudian memeluk Islam-- itu akhirnya mengajukan tuntutan ke pengadilan. Dan ia menang.

Pada keputusan pengadilan sebelumnya Maret 2008, pengadilan memerintahkan kepada pihak sekolah agar memperbolehkan remaja itu shalat satu kali selama jam istirahat sekolah. Sejak itu, sekolah mengizinkannya untuk shalat di sebuah ruangan khusus yang disediakan, selama 10 menit dalam sehari.

Sebelumnya, Yunus melakukan shalat di lorong sekolah dengan beralaskan jaket, sementara siswa-siswa lain yang berlalu-lalang menyaksikan apa yang dilakukannya.

Islam dan Eropa

Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389), yang memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu.

Lima tahun setelah runtuhnya Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah, Abdurrahman I yang bergelar Al-Dakhil berhasil mendirikan Kekhalifahan Umayyah baru di daratan Eropa.

Pada masa kepemimpinan Abdurrahman III, di pusat pemerintahan berdiri Universitas Cordoba. Menurut Sejarawan Said Al-Andalusi, sang Khalifah juga mendirikan perpustakaan megah dengan koleksi buku yang sangat melimpah. Ia menempatkan para sarjana kedokteran dan ilmu pengetahuan lainnya dalam posisi yang tinggi serta terhormat.

Saat itu, kota Cordoba dikenal sebagai salah satu pusat ilmu kedokteran dan filsafat berpengaruh di dunia, setelah Baghdad. Dukungan para penguasa itu telah mendorong ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang begitu pesat di Kekhalifahan Umayyah Spanyol.

Banyak pakar sejarah dan sosiologi menilai, Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.

Dalam beberapa survei terbaru, di sebagian besar negara-negara Eropa, agama Islam kini telah menjadi agama terbesar kedua dan keberadaanya telah “diakui” pemerintah. Salah satu negara Eropa yang memiliki penduduk Muslim besar adalah Jerman, dengan jumlah berkisar 3.7 juta jiwa.

Fenemona yang cukup menarik ketika umat Islam mendapat perlakuan diskriminatif akibat kasus WTC 11 September, justru bahwa tingkat konversi orang-orang Jerman terhadap Islam cukup tinggi.

Majalah ternama Jerman Der Spiegel pernah menyebutkan bahwa bulan Juli 2004 dan Juni 2005 saja terdapat sekitar 4000 orang di Jerman masuk Islam. Kebanyakan para muallaf berasal dari kalangan terpelajar.

Komunitas Muslim jumlahnya mencapai 5% dari total populasi Jerman. Populasi Protestan mencapai 33% dan Katolik 33% dari keseluruhan jumlahnya penganut Kristen yang berjumlah sekitar 55 juta orang. Kaum Muslim di Jerman kebanyakan dianut oleh keturunan imigran dari Turki.

Menurut laporan majalah Focus, sejak 2004 jumlah masjid di Jerman terus bertambah. Hingga kini tercatat ada 159 masjid. Itu belum termasuk 184 masjid yang tengah dibangun dan 2.600 ruangan yang disewa untuk kepentingan ibadah umat Islam. Fenomena Yunus, mungkin hanya kasus awal bagaimana geliat warga Eropa menemukan Islam.

Post By : Feryhady

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Dec 13, 2009

Nonton YOUTUBE putus2??????menjengkelkan

SPEEDBIT VIDEO ACCELERATOR

Seringkali kita terutama kawan2 yang suka nonton video di youtube merasa terganggu bahkan terkadang menjengkelkan. Mengapa???? ini seringkali disebabkan tayangan video di youtube seringkali patah patah,sehingga sangat tidak mengenakkan. Bahkan keadaan ini terkadang tambah diperparah dengan loading yang lama, tentu ini menambah kadar kejengkelan kita, dan ini sering kali saya alami sendiri. Seringkali saya mencari solusi ini dengan menambah berbagai software, namun masih saja kurang bermanfaat. Namun setelah saya browser ke blog  Kang rohman ada tambahan ilmu yang bisa saya peroleh untuk mengatasi kendala ini. dan apakah itu ?kawan kawan tinggal klik aja disini. 
Kawan2 bisa langsung mencobanya dan bisa melihat sendiri bagaimana software tersebut sangat membantu kelancaran video di youtube.
Semoga ini bisa membantu kawan2 sehingga tidak lagi merasa jengkel dan bosan menonton tayangan video di youtube. 
Kawan2 juga bisa langsung Download disini softwarenya

Selamat mencoba

uploade: Feryhady




KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Nov 26, 2009

Politik Dan Pendidikan Islam


Kehidupan politik Indonesia saat ini cenderung materialistis. Uang dan jabatan menjadi motivasi dan tujuan akhir.
Tahun 60-an ada perbincangan yang menarik antara Prof Deliar Noer dengan Kiai Zarkasyi. ”Cuma ada pesan saya... kan pak Natsir tidak boleh berpolitik,” kata Kiai Zarkasyi kepada Deliar Noer. ”Sekurang-kurangnya walau tak resmi, namun langkahnya dalam berpolitik terlambat. Saya ada pesan,” lanjutnya, dan minta agar disampaikannya ke Pak Natsir. ”Saya ingat Ki Hajar Dewantoro,” kata Kiai Zarkasyi. ”Setelah ia kembali dari Belanda dan tidak boleh bergerak aktif dalam bidang politik, ia membatasi dirinya bergerak dalam bidang sosial, khususnya dalam pendidikan. Ia mendirikan Taman Siswa, dan ia berhasil dengan usahanya ini. Saya berpikir apakah setidaknya Pak Natsir tidak berbuat hal yang seperti ini,” kata Kiai Zarkasyi. ”Ia seorang pemimpin: bisa di bidang politik dan sosial. Tetapi asalnya juga dari bidang pendidikan.”


Dan, Kiai Zarkasyi menyebut-nyebut kegiatan Natsir di zaman Belanda dengan sekolah-sekolah Pendis-nya (Pendidikan Islam) di Bandung, terdiri dari TK, HIS, MULO dan HIK. Menurut Kiai Zarkasyi, Pendis ini sedikit banyak berhasil. ”Kalau tidak Jepang masuk,” tambahnya,”tentu sekolahan tersebut akan berkembang.”


”Dan kini dalam bidang politik, Pak Natsir mendapat hambatan,” sambung pendiri Gontor ini. ”Alihkan perhatian penuh ke bidang yang agaknya lebih perlu dikelola,” katanya tegas. ”Dan saya harap,” sambungnya, ”Saudara menyampaikan ini kepada beliau.”


Ia menambahkan bahwa orang seperti Pak Natsir, dana pun akan tiba. Dan dengan pendidikan, usahanya akan lebih nyata, kebebasan juga akan lebih terpelihara... Begitu saya kembali dari Gontor, permulaan tahun 1970-an itu, pesan Kiai Zarkasyi sempat saya sampaikan kepada Pak Natsir. (Prof. Dr. Deliar Noer dalam KH Imam Zarkasyi di Mata Umat, Gontor Press, 1996, 643-644).


Politik


Kehidupan politik Indonesia saat ini cenderung materialistis. Uang dan jabatan menjadi motivasi dan tujuan akhir. Dalam pemilihan ketua partai (kecuali sebagian kecil), bupati, gubernur, bahkan presiden, uang menjadi faktor utama penentu keberhasilan. Bukan ilmu, kapabilitas calon, dan adab atau akhlak yang baik yang dimiliki sang calon.
Padahal ilmu dan adab pemimpin politik itu menjadi syarat utama dalam memimpin masyarakat. Ulama Melayu terkemuka, Syekh Ahmad al Fathani mencirikan sifat-sifat yang mesti dimiliki pemimpin politik. Di antaranya: sempurna anggota (indera), baik budi pekerti, baik kefahaman, cerdik/bijaksana, faham terhadap sekalian ilmu, terutama ilmu berhitung dan ilmu tarikh, benar dalam perkataan dan menjauhkan kebohongan, elok perlakuan muamalat, berkelakuan yang lembut, dalam perjumpaan selalu memberikan kelapangan, tidak tamak pada makanan, minuman dan perkawinan, menjauhi bermain-main dalam segala urusan, mempunyai ketinggian himmah (cita-cita), bersungguh-sungguh pada membangun kerajaan, mencintai keadilan, benci kezaliman, mempunyai hati yang tabah dan berani, dan mengetahui sekalian muslihat.”


Pentingnya ilmu politik ini, dikemukakannya pada kitab Hadiqatul Azhar: ”Muhimmah, pada bicara ilmu siasat (politik). Yaitu ilmu memperbaiki rakyat dengan menunjukkan mereka itu kepada jalan yang melepaskan mereka itu daripada tiap-tiap kekeruhan pada dunia dan akherat... maka hukumnya ilmu itu wajib kifayah.” (Wan Mohd Saghir: 1992, 103).


Masalahnya, dalam ilmu politik sekuler saat ini, masalah akhirat tidak dimasukkan sebagai urusan negara. Akhirat tidak dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan politik dan inilah awal malapetaka politik di Indonesia dan negeri-negeri Islam lainnya. Sehingga suap, ingkar janji, kebohongan, hasad, tamak, dan riya’ menjadi tontotan politik sehari-hari.


Padahal dahulu bila para ulama memberikan nasehat kepada raja atau sultan, selalu diawali dengan nasehat agar para pemimpin itu mula-mula bertakwa kepada Allah, taat kepada Rasul-Nya, dan seterusnya. Dulu, dalam sejarah Islam, Jendral Abdullah bin Husain, ketika menasihati anaknya, maka dia menulis agar ingat kepada Allah SWT, ingat hari pembalasan, orang miskin, dan sebagainya. Apakah ada jenderal sekarang ini yang menasihati anaknya demikian? Juga ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib menasihati kepada gubernurnya. Ia menasihatkan tentang pentingnya ketakwaan kepada Allah SWT, perhatian kepada orang miskin, jangan terpengaruh godaan dunia, dan lain-lain. Apakah ada sekarang ulama atau pejabat yang menasihatkan seperti itu?


Politik dan Pendidikan Islam


Dalam era kehidupan politik yang sekuler saat ini, juga ditandai dengan munculnya pemimpin-pemimpin palsu dalam segala bidang. Pemimpin-pemimpin ini hanya mampu mengulang-ulangi praktek pendidikan yang yang datang atau dipengaruhi sepenuhnya oleh Barat. Intelektual terkemuka Melayu, Syed Muhammad Naquib al Attas mengemukakan dalam bukunya Risalah untuk Kaum Muslimin: ”Saluran yang melancarkan penyelundupan faham-faham asasi yang asing itu adalah sistem pembelajaran dan pendidikan yang dikuatkuasakan oleh kuasa-kuasa politik serta gejala-gejala pentadbirannya, dan seterusnya, dibantu oleh golongan para guru dan pensharah dan golongan penulis yang menyamarkan faham-faham itu sebagai hasil sastera. Dan betapakah lagi kacaunya andaikata orang-orang yang mewakili kuasa-kuasa tersebut, dan guru dan pensharah dan penulis itu tiada pula memahami serta mengenali dan mengetahui benar-benar sifat serta hakikat kandungan faham-faham yang dikuatkuasakan dan dianjurkannya itu!


Kaum Muslimin harus insaf bahwa sebahagian besar mereka yang memainkan peranan dalam menyebarkan kekeliruan dan kepalsuan ini –baik pun secara disadari maupun tiada disadari—merupakan orang-orang yang bukan saja tiada memahami serta mengenali dan mengetahui benar ilmu kebudayaan Barat, bahkan jua yang tiada mempunyai ilmu keislaman, dan yang pengetahuan serta amalan Islamnya sangat-sangatlah menyedihkan sebab sekadar yang bertaraf kebudak-budakan belaka. Padahal golongan-golongan ini dibiarkan –malah diberi amanah—oleh kaum Muslimin untuk memimpinnya dalam pelbagai lapangan kehidupan!”


Lebih lanjut Prof al Attas menasehatkan: ”Janganlah hendaknya kau fikir –wahai saudaraku Muslimin—bahwa sekarang ini kononnya dengan tersingkirnya ciri-ciri zahiriah kolonialisme kebudayaan Barat, pemimpin-pemimpin kita yang Islam yang telah kita amanahkan untuk menjalankan tugas membimbing masyarakat kita itu, memang benar-benar menunaikan tugas mereka dengan secara yang tiada berlawanan dengan Islam. Kau harus insaf bahwa kebanyakan mereka itu mewarisi ilmu serta cara berfikir kolonial yang jahil terhadap Islam. Mereka belum lagi berhasil menunaikan syarat-syarat serta pencapaian ilmu yang fardhu ain di sisi Islam, dan boleh dikatakan langsung sunyi daripada ilmu pengetahuan Islam yang harus dianggap sebagai fardhu kifayah yang terutama bagi mereka, maka betapakah dapat mereka itu menghindarkan diri dan masyarakatnya terpesong (terperosok) ke jalan yang sesat!”


Dalam bidang ilmu pengetahuan yang merujuk kepada pendidikan dan pelajaran, kata al Attas, pemimpin-pemimpin kita yang bertanggungjawab mengenainya tiada sadar bahwa banyak yang diajarkan di sekolah-sekolah dan pusat-pusat pengajian tinggi itu bukanlah ilmu pengetahuan, akan tetapi ilmu yang batil yang berselaputkan dugaan yang mensia-siakan masa dan mengelirukan fikiran dan diri penuntutnya.


Prof Wan Mohd Nor Wan Daud, Guru Besar ATMA UKM Malaysia, menjelaskan lebih jauh, bahwa perubahan yang terpenting dalam pendidikan adalah perubahan pendidikan di tingkat tertinggi. S3, S2 dan S1. “Ini bukan bersifat elitis yang negatif, tapi elitis yang stratejik. Pendidikan mengubah orang dewasa dahulu. Yakni kalau orang dewasa telah berubah, maka anak-anak akan berubah. Semua anbiya’ diturunkan untuk mengajar kepada orang-orang dewasa. Dan mereka menyadarkan pemimpin-pemimpn politik tertinggi saat itu. Karena itu kita mendirikan ISTAC dulu, juga Prof Al-Attas ketika tahun 70-an Seminar di Mekkah tentang Pendidikan, mengingatkan tentang pentingnya universitas. Bila universitas telah dibereskan, maka sekolah-sekolah menengah juga akan beres. Sebab guru-guru sekolah menengah dari universitas juga, pegawai-pegawai kantor juga universitas, paling kurang S1. Kalau fokus di level bawah, maka perubahan itu tidak akan berlaku dengan sebaik-baiknya. Orang-orang Barat faham akan hal itu. Mereka tidak menggarap SD, atau sekolah menengah, tapi menggarap di tingkat universitas.”


Sejarah Islam


Dalam zaman Umawiyah tampak sekali bahwa tujuan pendidikan selain untuk kepentingan agama juga untuk kepentingan sosial. Umpamanya Abdul Malik bin Marwan berkata kepada anak-anaknya, ”Wahai anak-anakku pelajarilah ilmu, maka apabila kamu sekalian berada di tengah-tengah ilmu kamu bisa memimpin, dan apabila kamu bisa menyediakan ilmu kamu bisa hidup.” Orang mengetahui bahwa pada waktu itu banyak ulama mengajar anak-anak khalifah dan orang-orang dari kelompok atas, syair, sejarah, juga sejarah orang-orang Arab, nenek moyang mereka, dan tindakan-tindakan mereka yang hebat-hebat.


Adapun dalam zaman Abasiyah, maka kedudukan ulama adalah tinggi sekali. Para khalifah menghormati para ulama dan ditempatkan pada tempat yang tinggi sesuai dengan ilmunya. Inilah sebabnya mengapa orang giat belajar supaya mereka memperoleh kedudukan yang baik. Perlu diketahui bahwa para ulama itu pada umumnya dari kalangan orang-orang miskin dan rakyat biasa. Lalu mereka meningkat karena ilmunya kepada tingkatan yang tinggi.


Ahli syair Abul Itahiyah asalnya adalah tukang batu, Abu Tamam asalnya adalah penjual air di masjid Amr. Ayah Bashar adalah orang yang membikin alat dari tanah, al Jahiz penjual roti dan ikan, az Zajjaz tukang menulis di kaca, dan bapak al Ghazali penenun bulu. (KH Imam Zarkasyi di Mata Umat, hal. 928).


Upload: Feryhady
Sumber: Nuim Hidayat (Hidayatullah.com)


Advertise on blogs

KLIK UNTUK KELANJUTANNYA......

Update Myworld

Plengkung

Plengkung
Plengkung

Chat Via Yahoo

Agro Wisata

Agro Wisata
Kopi

Jaranan

Jaranan
Tari Jaranan

Ngikut Yuuuk

Tukeran Link


feryhady.blogspot

Pengunjung

free counters

Geo Counter

IP Kamu

Tuker Duit

Petik Laut 1 Syuro

Petik Laut 1 Syuro
Petik Laut 1 Syuro

Wisata Banyuwangi

Wisata Banyuwangi
Terowongan Mrawan-Kalibaru

Dermaga Ketapang

Dermaga Ketapang
Dermaga Ketapang

Wisata kalibaru

Wisata kalibaru
Kalibaru Cottages

Wisata Banyuwangi

Wisata Banyuwangi
Warung Bebas Kalibaru

Watu Dodol

Watu Dodol
Watu Dodol

Gandrung Banyuwangi

Gandrung Banyuwangi
Tari Gandrung

Sukamade

Sukamade
P.Penyu Sukamade

Kamus